Mendongeng Cerita Rakyat "Malin Kundang", Menanamkan Nilai Berbakti kepada Orang Tua Sejak Dini

Jakarta, 12 Juni 2026  - MIS Umdatur Rasikhien menyelenggarakan kegiatan "Mendongeng Cerita Rakyat: Malin Kundang" yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 2 Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat literasi sekaligus menanamkan nilai - nilai karakter positif kepada peserta didik melalui metode bercerita yang mencarik dan menyenangkan.

Pada kesempatan tersebut, MIS Umdatur Rasikhien menghadirkan seorang pendongen profesional, Kak Palupi Mutiasih, Founder  Fun Garden of Literacy. Dengan gaya penyampaian yang ekspresif, interaktif, dan penuh semangat, Kak Palupi berhasil menghidupkan suasana sehingga peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias dari awal hingga akhir.

Dalam sesi mendongeng, Kak Palupi membawakan cerita rakyat terkenal, yaitu Malin Kundang, yaitu mengisahkan seorang anak durhaka kepada ibunya. Melalui kisah tersebut, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua sebagai bentuk rasa syukur atas segala pengorbanan yang telah diberikan.

Tidak hanya itu, Kak Palupi juga memberikan kisah inspiratif tentang Uwais Al Qarni, seorang pemuda yang dikenal karena kecintaanya yang luar biasa kepada ibunya. Dalam cerita tersebut, Uwais Al Qarni digambarkan dengan perjalanan untuk menunaikan ibadah haji. kisa ini menjadi teladan yang sangat berharga bagi peserta diidk tentang arit bakti, pengorbanan, dan kasih sayang kepada orang tua.

melalui perpaduan antara cerita rakyat dan kisah inspiratif dalam sejarah islam, peserta didik memperoleh pembelajaran yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai moral dan keagamaan. Mereka diajak untuk memahami bahwa keberhasilan dan kebahagiaan seseorang tidak terlepas dari doa serta rifha orang tua.

Kegiatan berlangsung dengan penuh keceriaan. Peserta didik terlihat aktif menjawab pertanyaan, berinteraksi dengan pendongeng, serta menyampaikan pesar - pesar morang yang mereka peroleh dari cerita yang disampaikan. Antusiasme tersebut menunjukan bahwa metode mendongeng menjadi salah satu sarana yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun karakter peserta didik.

selain mendongeng, terdapat sesi pembagian hadiah untuk beberapa peserta didik, dan hadiah sebuah tas serut yang dapat peserta didik hias dengan menggunakan pensil warna atau spidol yang telah mereka siapkan sebelumnya. Serta acara pembagian hadiah untuk lomba mading dan pembagian hadiah untuk peserta didik yang dapat menjawab pertanyaan dari Kak Palupi atau pembawa acara.

melalui kegiatan ini, MIS Umdatur Rasikhien berharap Peserta didik dapat mengambil hikmah dari kisah Malin Kundang dan Uwais Al Qarni, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari - hari dengan senantiasa menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada kedua orang tua. sejalan dengan visi sekolah, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang berilmu, dan berakhlakul karimah.